Lampung Timur (Humas Kemenag) — Pelayanan KUA bukan sekadar urusan administrasi keagamaan, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan niat ibadah, integritas, dan kemampuan menjawab tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Rokhman, saat silaturahmi dan monitoring di KUA Labuhan Ratu, Senin (12/10/2026), sekaligus memberikan pembinaan kepada staf, penghulu, dan penyuluh agama.
Dalam kunjungan tersebut, Rokhman meninjau sejumlah ruangan dan fasilitas KUA untuk melihat kondisi lingkungan kerja serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kedatangannya disambut Kepala KUA Labuhan Ratu, Solihin Panji, bersama jajaran. Selain monitoring sarana dan prasarana, kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan komitmen pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan keagamaan.
“Urusan kita bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Kalau Bapak Ibu bekerja di Kementerian Agama, orientasinya bukan hanya di dunia saja. Nilai yang harus dibangun adalah bekerja dengan niat ibadah,” ujar Rokhman. Ia menegaskan bahwa niat tersebut perlu diwujudkan melalui tanggung jawab, integritas, dan kesungguhan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Rokhman juga mengingatkan pentingnya literasi digital bagi ASN Kementerian Agama. Menurutnya, penghulu dan penyuluh agama perlu aktif membagikan konten positif di media sosial serta menyampaikan edukasi keagamaan yang benar dan moderat.
“Kita sekarang harus melek dan menguasai literasi digital. Penyuluh harus moderat dan memberikan penyuluhan yang benar kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain penguatan kapasitas SDM, Rokhman berharap KUA Labuhan Ratu terus mengembangkan inovasi layanan dan menerjemahkan Asta Protas Kementerian Agama ke dalam program nyata, termasuk penguatan ekoteologi. Ia juga mendorong terciptanya lingkungan KUA yang representatif, nyaman, dan mampu mendukung pelayanan yang semakin berkualitas.
Menurutnya, KUA memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan Kementerian Agama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran diminta tidak berhenti berbenah, terus meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan terobosan inovasi yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Melalui silaturahmi, monitoring, dan pembinaan ini, KUA Labuhan Ratu diharapkan semakin kuat dalam menjalankan peran pelayanan dan pembinaan umat, sekaligus menjadi cerminan Kementerian Agama yang profesional, moderat, adaptif terhadap perkembangan digital, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
