Lampung Timur, Kemenag (Humas) — — Kualitas layanan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga oleh lingkungan dan fasilitas yang mendukungnya. Berbagai aspek yang mendukung kenyamanan proses pendidikan menjadi perhatian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, saat mengunjungi sejumlah madrasah di Kabupaten Lampung Timur, Kamis (8/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sarana, lingkungan, serta kesiapan madrasah dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik.
Didampingi Kepala Tim Sarana dan Prasarana, Zulfadli,
Zulkarnain mengunjungi MTsN 1 Lampung Timur, MTsN 2 Lampung Timur, MIN 1, MIN 2, MIN 3, dan MIN 4 Lampung Timur. Kunjungan tersebut
didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Rokhman,
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Latif Khairin Bahri, serta Kepala Subbagian
Tata Usaha, Nursalim.
Peninjauan dilakukan dengan melihat secara langsung kondisi
sejumlah fasilitas madrasah, mulai dari ruang kelas, ruang guru, hingga
lingkungan madrasah. Melalui monitoring tersebut, Kakanwil melihat kondisi
sarana yang digunakan dalam aktivitas pendidikan sekaligus kebutuhan yang perlu
menjadi perhatian untuk mendukung proses pembelajaran.
Selain sarana dan prasarana, Zulkarnain juga melihat
kedisiplinan guru dan aktivitas madrasah, kebersihan lingkungan, serta tingkat
kenyamanan yang dirasakan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
Peninjauan secara langsung tersebut menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi madrasah sekaligus melihat kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. Aspek kebersihan, kedisiplinan, dan kenyamanan turut menjadi bagian penting karena lingkungan pendidikan yang tertata dan kondusif dapat mendukung guru dalam melaksanakan tugas serta siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Kepala Kemenag Lampung Timur, Rokhman, menyampaikan bahwa
kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kondisi madrasah secara
lebih dekat sekaligus memastikan berbagai kebutuhan di lapangan dapat menjadi
bahan evaluasi.
“Kami berharap hasil monitoring ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan layanan madrasah, baik dari sisi sarana maupun lingkungan, sehingga siswa dan guru dapat belajar dan bekerja dengan nyaman,” ujar Rokhman.
Menurutnya, perhatian terhadap sarana prasarana, kebersihan,
kedisiplinan, dan kenyamanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya
memberikan layanan pendidikan yang baik kepada masyarakat. Dengan demikian,
kunjungan dan monitoring yang dilakukan dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,
bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kantor Kemenag Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara Kanwil dan Kemenag Kabupaten Lampung Timur dalam melihat kondisi serta kebutuhan madrasah secara langsung, sehingga pembinaan dan peningkatan layanan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
