Lampung Timur (Humas, Kemenag) – Langkah para talenta terbaik madrasah Kabupaten Lampung Timur menuju ajang nasional resmi dimulai. Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Lampung Timur menggelar acara pengarahan sekaligus penyerahan medali dan sertifikat bagi para pemenang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Tingkat Kabupaten pada Kamis (17/9/2026).
Momentum ini menjadi panggung apresiasi resmi sekaligus
ajang penggemblengan mental dan pemantapan strategi bagi para peserta didik
berprestasi sebelum melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi.
Pengarahan dan penyerahan penghargaan tersebut diikuti oleh 33
siswa dan siswi peraih Juara I, II, dan III OMI tingkat Kabupaten Lampung Timur
tahun 2026. Mereka berasal dari berbagai jenjang dan bidang kompetisi, yakni
MA/SMA pada bidang Geografi, Ekonomi, Kimia, Fisika, Biologi, dan Matematika;
MTs/SMP pada bidang IPS, IPA, dan Matematika; serta MI/SD pada bidang IPAS dan
Matematika.
Atmosfer semangat membara terasa saat Ketua OMI Tingkat
Kabupaten Lampung Timur, Ma'ruf, menyampaikan orasi motivasinya di hadapan para
siswa juara. Ia menegaskan bahwa OMI bukan sekadar ajang adu gengsi akademis,
melainkan panggung pembuktian kapasitas para peserta didik madrasah terbaik.
"OMI bukanlah sekadar kompetisi biasa. Ini adalah
panggung tempat bertemunya para talenta terbaik," ujar Ma'ruf.
"Target kita sudah jelas: kita berikan yang terbaik! Kita tidak sedang
bermain-main. Setiap tetes keringat saat latihan, setiap jam yang kita habiskan
untuk membuka buku dan memecahkan soal, semuanya bermuara pada satu tujuan yang
sama: berlatih untuk meraih tiket ke Tingkat Nasional!"
Ia juga memacu para peserta agar tidak menyerah pada rasa
lelah, mengingat proses panjang yang melelahkan akan terbayar manis saat meraih
prestasi kelak. Tak hanya menggembleng akademis dan mental bertanding, Ma'ruf
memberikan pesan mendalam mengenai arti penting solidaritas tim. Menurutnya,
keberhasilan di tingkat nasional tidak hanya ditentukan oleh kehebatan
individu, melainkan oleh kekuatan rasa kekeluargaan.
"Ada satu hal yang jauh lebih berharga daripada sekadar
piala atau medali, yaitu kebersamaan kita. Jangan ada rasa angkuh di antara
kita, dan jangan ada yang merasa berjuang sendirian. Jika ada teman yang lelah,
rangkul. Jika ada yang kesulitan memahami materi, bantu. Kita berangkat sebagai
satu keluarga, kita berjuang sebagai satu tim, dan kita akan memetik
keberhasilan bersama-sama," tegasnya.
Mengakhiri pengarahannya, Ma'ruf mengajak seluruh kontingen
untuk membulatkan tekad, memaksimalkan sisa waktu latihan, menjaga kesehatan
fisik dan mental, serta tidak lupa berdoa. Melalui penyerahan penghargaan ini,
Penmad Lampung Timur optimistis para juara OMI 2026 siap bersaing dan membawa
nama harum madrasah di kancah nasional.
