Lampung Timur (Humas Kemenag) --- Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Lampung Timur Tahun 2026 mendapat perhatian langsung dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur. Plt. Kepala Kantor Kemenag Lampung Timur, Ahmad Fikri Yulian, bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Latif Khairin Bahri, melakukan monitoring pelaksanaan OMI di MTs Negeri 1 Lampung Timur, Rabu (9/9/2026).
Monitoring dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan
kompetisi sekaligus memastikan kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan
kondusif bagi peserta. Kehadiran jajaran Kemenag juga menjadi bentuk dukungan
terhadap proses pembinaan peserta didik dalam bidang sains dan riset.
Di lokasi, Ahmad Fikri Yulian dan Latif Khairin Bahri
disambut Kepala MTs Negeri 1 Lampung Timur, Udin, Kepala MIN 3 Lampung Timur, Eka
Wiyati, Kepala MIN 4 Lampung Timur, Ahmad Husin, serta Kepala Urusan Tata Usaha
MTs Negeri 1 Lampung Timur, Kartika Sari.
Dalam monitoring tersebut, Ahmad Fikri Yulian melihat
langsung proses pelaksanaan OMI dan berkoordinasi dengan pihak madrasah terkait
penyelenggaraan kegiatan. Ia menilai kompetisi seperti OMI penting untuk
memberikan ruang kepada peserta didik dalam menguji sekaligus mengembangkan
kemampuan yang dimiliki.
“Kita ingin memastikan pelaksanaan OMI ini berjalan dengan
baik, sehingga anak-anak dapat mengikuti kompetisi dengan nyaman dan memberikan
kemampuan terbaiknya. Yang lebih penting, pengalaman mereka di OMI ini bisa
menjadi bagian dari proses pembinaan untuk terus mengembangkan potensi yang
mereka miliki,” ujar Ahmad Fikri Yulian.
Menurutnya, peserta didik perlu mendapatkan ruang untuk
mengasah kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengembangkan minat
di bidang sains. Hal tersebut menjadi bekal penting bagi mereka untuk
menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa mendatang.
OMI juga memberikan manfaat bagi madrasah untuk melihat
potensi peserta didik sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat
pembinaan akademik. Dengan demikian, kompetisi tidak berhenti pada hasil
perlombaan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pembinaan prestasi yang
berkelanjutan.
OMI Tahun 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut mendorong pengembangan kemampuan sains yang berjalan seiring dengan nilai keislaman, karakter, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui monitoring ini, Kemenag Lampung Timur memastikan
pelaksanaan OMI berjalan optimal sekaligus memperkuat komitmen bersama antara
Kemenag dan madrasah dalam memberikan ruang tumbuh bagi peserta didik.
“Kita berharap dari kegiatan seperti ini semakin banyak
anak-anak madrasah yang berani menunjukkan kemampuannya, terus belajar, dan
memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing,”
pungkasnya.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, OMI
diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi dalam kompetisi, tetapi juga
membantu menyiapkan generasi madrasah yang berilmu, berkarakter, mampu
berinovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
