Search

Perkuat Ideologi Pancasila; Kankemenag dan Ka. KUA Lampung Timur Ikuti Kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan Dan Moderasi Beragama bersama Pengasuh Pontren Tebu Ireng

Perkuat Ideologi Pancasila; Kankemenag dan Ka. KUA Lampung Timur Ikuti Kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan Dan Moderasi Beragama bersama Pengasuh Pontren Tebu Ireng

Lampung Timur [humas kemenag] - Kanwil Kemenag Provinsi Lampung menggandeng Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Polda Lampung menggelar kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan & Moderasi Beragama bertempat di gedung Arafah Asrama Haji Rajabasa Lampung, Rabu (14/12/22).

Hadir sebagai narasumber Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Mudir Pondok Tebu Ireng, Dr. KH. Musta'in Syafi'i, dan Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Yamil, S. Ag. Dan berindak sebagai moderator, Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung, Puji Raharjo. 

Mengawali kegiatan, Kakanwil memperkenalkan para narasumber dan memberikan wawasan singkat terkait Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama. 

"Dewasa ini kerukunan antar umat semakin memudar, kita diterpa erosi nasionalisme terutama erosi terhadap pilar-pilar negara seperti; Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, menurunnya rasa kebersamaan, terkikisnya rasa militansi dan jati diri bangsa, munculnya intoleransi sesama anak bangsa. Kondisi yang terjadi ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, harus dicari jalan keluarnya. Salah satu solusi adalah dengan menguatkan wawasan kebangsaan dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Melalui penguatan wawasan kebangsaan yang pluralistik, diharapkan bangkit dan tumbuhnya rasa saling hormat-menghormati sesama anak bangsa, rasa saling menghormati sesama umat beragama, tanpa membedakan gender, entik, budaya, adan keyakinan agamanya masing masing. Menjauhkan tindakan kekerasan untuk menyelesaiakan perbedaan pendapat, penolakan terhadap radikalisme, kekejaman dan ketidakadilan." Terang Puji. 

Pemaparan pertama, disampaikan Gus Kikin yang bercerita secara luwes terkait sejarah perjuangan Hadhratus Syaikh K.H. Hasyim Asy'ari sejak dari usia 13 tahun, hingga beliau menjadi santri di Mekah, hingga berdirinya Nahdlatul Ulama dan keluarnya Resolusi Jihad pada awal awal Kemerdekaan Indonesia. 

Narasumber kedua, Dr. KH. Musta'in Syafi'i, menyampaikan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama perspektif filologi al-Qur'an. 

Sebagai informasi, penguatan wawasan kebangsaan termasuk diantaranya penguatan moderasi dan toleransi adalah prioritas Kementerian Agama sebagaimana dicanangkan Menteri Agama pada tahun 2022 ini sebagai tahun toleransi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Para Kabid Kanwil Kemenag, Kankemenag, dan para Kepala KUA se Provinsi Lampung. (szp)