Lampung Timur (Humas Kemenag) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur turut menyemarakkan Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan dengan melaksanakan pembacaan Dala’il al-Khairat secara bersama-sama di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Lampung Timur, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang diikuti ASN Kemenag
Kabupaten Lampung Timur dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) tersebut dibuka
oleh Kasubbag Tata Usaha Kemenag Lampung Timur, Nursalim. Hadir pula sejumlah
pejabat di lingkungan Kemenag Lampung Timur. Pembacaan Dala’il al-Khairat
dipimpin oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kusaeni, yang sekaligus menjadi
imam dalam kegiatan tersebut.
Nursalim menyampaikan bahwa
keikutsertaan jajaran Kemenag Lampung Timur dalam Gema Selawat Kebangsaan
menjadi bagian dari upaya menghidupkan tradisi selawat sekaligus memperkuat
kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Kegiatan ini menjadi momentum
bagi kita untuk bersama-sama berselawat, dan meneladani Rasulullah SAW.
Mudah-mudahan selawat yang kita lantunkan membawa keberkahan, memperkuat
kebersamaan, serta menjadi doa bagi kedamaian dan kebaikan bangsa Indonesia,”
ujar Nursalim.
Pembacaan Dala’il al-Khairat
pada Kamis tersebut merupakan rangkaian pembacaan yang dilaksanakan secara
bertahap mulai 31 Agustus hingga 7 September 2026. Dalam panduan
pelaksanaannya, setiap peserta diarahkan mengikuti pembagian bacaan sesuai
jadwal dan dianjurkan menyelesaikan seluruh rangkaian bacaan hingga khataman.
Gerakan Nasional Gema Selawat
Kebangsaan digagas Kementerian Agama dalam rangka menyemarakkan bulan
Rabiulawal 1448 H dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Gerakan ini
menjadi ikhtiar untuk menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, mengenal
serta meneladani beliau, sekaligus mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa
dianugerahi kedamaian, persatuan, dan keberkahan.
Selawat juga menjadi sarana untuk
menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mendorong umat Islam agar
menjadikan akhlak beliau sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam
konteks Gema Selawat Kebangsaan, pembacaan secara bersama-sama juga menjadi
ruang untuk memperkuat kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, termasuk
mendoakan saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung
secara sederhana dan partisipatif dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Sesuai panduan, pembacaan dapat dilakukan secara individu maupun berjamaah,
baik secara luring maupun daring, sehingga partisipasi masyarakat dapat
dilakukan secara luas dan fleksibel.
Melalui kegiatan tersebut,
Kemenag Lampung Timur berharap semangat Gema Selawat Kebangsaan tidak hanya
menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong tumbuhnya kecintaan kepada
Rasulullah SAW yang diwujudkan melalui keteladanan akhlak, kepedulian terhadap
sesama, serta semangat menjaga persatuan dan kerukunan dalam kehidupan
bermasyarakat.
