Batanghari, Lampung Timur (Humas KUA)---Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batanghari turut berpartisipasi dalam Rembuk Stunting Desa Telogorejo yang digelar di Balai Desa Telogorejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (1/9/2026). KUA Batanghari diwakili Penyuluh Agama Islam, Nurlailani, yang hadir mewakili Kepala KUA Batanghari H. Subhan, didampingi Subekti.
Rembuk Stunting tersebut dipimpin Camat Batanghari yang diwakili oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Sabur. Kegiatan dihadiri unsur Forkopimcam Batanghari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Puskesmas, Korwil Pendidikan, Korluh KB, Dinas Pengairan, Dinas Pertanian, Pendamping Desa, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kepala Desa Telogorejo, Ketua BPD, kader desa, kader Rumah Desa Sehat (RDS), serta seluruh perangkat Desa Telogorejo.
Dalam rembuk tersebut, UPTD se-Kecamatan Batanghari turut memberikan pemaparan terkait kondisi dan upaya penanganan stunting. Pembahasan menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.
Pada sesi penyampaian dari lintas sektor, Nurlailani menjelaskan kontribusi KUA Batanghari dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi calon pengantin.
“Dari KUA, salah satu upaya yang kami lakukan dalam mendukung pencegahan stunting adalah melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi calon pengantin,” ujar Nurlailani.
Ia menjelaskan, Bimwin memberikan pembekalan kepada calon pengantin mengenai sejumlah aspek penting dalam membangun keluarga, termasuk kesiapan berumah tangga, pola asuh dan tumbuh kembang anak, perencanaan keluarga, serta penguatan ketahanan keluarga.
“Melalui pembekalan tersebut, diharapkan calon pengantin memiliki kesiapan dan pengetahuan yang cukup untuk membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan mampu memberikan pengasuhan terbaik bagi anak,” jelasnya.
Menurut Nurlailani, pembekalan sejak sebelum pernikahan merupakan bagian penting dari upaya preventif. Keluarga yang dipersiapkan dengan baik diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak.
“Dengan demikian, Bimwin turut menjadi salah satu langkah preventif dalam mendukung pencegahan stunting sejak dari keluarga,” pungkasnya.
Rembuk Stunting Desa Telogorejo diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting. Keterlibatan KUA melalui edukasi calon pengantin menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting sejak hulu.***(NL)
