Labuhan Ratu, (Humas KUA)— Suasana penuh semangat keilmuan dan kebersamaan mewarnai pembukaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PDPKPNU) Angkatan 89 yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Silir Sari, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala KUA Kecamatan Labuhan Ratu, H. Solihin Panji, sebagai bentuk dukungan terhadap ikhtiar penguatan kader Nahdlatul Ulama sekaligus pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas keagamaan, sosial, dan kebangsaan.
Kehadiran H. Solihin Panji menjadi bagian dari sinergi antara lembaga keagamaan, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
PDPKPNU Angkatan 89 diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan kaderisasi yang mampu menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memperkuat wawasan kebangsaan, serta membentuk kader yang memiliki integritas, loyalitas, dan kepedulian terhadap kehidupan umat dan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, H. Solihin Panji menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kaderisasi di lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.
“Kaderisasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan perjuangan organisasi. Karena itu, para peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan di tengah masyarakat,” pesannya.
Ia juga berharap para peserta PDPKPNU Angkatan 89 mampu menjadi kader yang moderat, santun dalam berdakwah, serta mampu merawat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Pembukaan PDPKPNU Angkatan 89 di Ponpes Miftahul Huda Silir Sari ini sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan sinergi berbagai elemen masyarakat dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Dengan semangat “Berilmu, Berkhidmat, dan Mengabdi untuk Umat dan Bangsa”, kegiatan kaderisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan kader-kader NU yang siap berkhidmat, menjaga tradisi keislaman, serta hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***(PS)
