Search

Penyuluh KUA Pekalongan Berikan Pembinaan Pemulasaran Jenazah di MT Arrohman

Penyuluh KUA Pekalongan Berikan Pembinaan Pemulasaran Jenazah di MT Arrohman

Pekalongan, Lampung Timur (Humas KUA)--- Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pekalongan memberikan pembinaan keagamaan kepada Majelis Taklim (MT) Arrohman melalui praktik pemulasaran jenazah, Jumat (7/8/2026). Kegiatan berlangsung di Masjid Arrohman, Desa Kalibening, Kecamatan Pekalongan.

Pembinaan tersebut dipimpin Ketua Tim Penyuluh KUA Pekalongan, Idawati, S.Th.I., M.H., bersama anggota tim, Miftahul Sodri, S.H.I., Minatul Muharromah, S.H.I., dan Nurrohmi, S.Pd.I.

Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga memberikan praktik langsung mengenai tata cara pemulasaran jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Peserta diberikan pemahaman mengenai tahapan pemulasaran jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, hingga proses yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya.

Idawati menyampaikan bahwa pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya penyuluh agama dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menjalankan kewajiban fardu kifayah.

“Pemulasaran jenazah merupakan bagian dari fardu kifayah. Karena itu, penting bagi masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang benar agar ketika ada warga yang meninggal dunia, proses pemulasaran dapat dilaksanakan sesuai tuntunan agama,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan pembinaan tersebut dapat memberikan manfaat bagi jamaah MT Arrohman sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat yang memiliki kepedulian dan kesiapan dalam melaksanakan fardu kifayah di lingkungan masing-masing.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta mengikuti penjelasan dan praktik yang diberikan oleh tim penyuluh, sekaligus berkesempatan untuk bertanya dan memperdalam pemahaman mengenai pemulasaran jenazah.

Melalui pembinaan tersebut, KUA Pekalongan terus mendorong peran penyuluh agama agar hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penyampaian materi keagamaan, tetapi juga melalui pembinaan praktis yang menjawab kebutuhan umat.***(NL)