Karanganyar (Humas Kemenag) --- Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mematangkan pelaksanaan Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuskamad) melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Duta Madrasah Muhammadiyah. Agenda strategis ini berlangsung di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Karanganyar, pada Kamis–Sabtu (23–25 Juli 2026).
Kegiatan nasional ini menjadi langkah krusial untuk
memperkuat kepemimpinan kepala madrasah sekaligus mengakselerasi peningkatan
mutu Madrasah Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Apresiasi dan Komitmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Dalam pembukaannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP
Muhammadiyah, Didik Suhardi, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga
kualitas tata kelola pendidikan Muhammadiyah agar mampu bersaing di era digital
dan global.
Hal senada disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Prof.
Irwan Akib, yang menyoroti peran vital madrasah sebagai benteng kaderisasi dan
pilar utama dakwah pendidikan Muhammadiyah.
Dukungan juga diperkuat oleh Ketua Penjaminan Mutu Sekolah
Muhammadiyah PP Muhammadiyah, yang menekankan perlunya standarisasi mutu agar
seluruh madrasah, baik di perkotaan maupun daerah memiliki kualitas layanan
pendidikan yang setara.
Kesan dan Kesiapan Duta Madrasah
Sebagai wakil dari Lampung Timur, Endah Sari Dewi
mengungkapkan rasa syukur dan bangganya dapat berpartisipasi aktif dalam
perumusan kebijakan nasional tersebut.
"Alhamdulillah, Rakerja ini tidak hanya menjadi ajang
silaturahmi, tetapi juga menghasilkan peta jalan (roadmap) yang sangat
jelas untuk kemajuan madrasah. Saya siap membawa semangat dan program-program
strategis ini ke daerah, khususnya di Lampung Timur. Mari kita tingkatkan
sinergi untuk mewujudkan Madrasah Unggul, Berkemajuan, dan Mendunia," tutur
Endah.
Finalisasi Program Diksuskamad di 9 Region
Pada hari kedua Rakerja, para peserta berfokus pada finalisasi teknis pelaksanaan Diksuskamad. Pembahasan mencakup penyempurnaan struktur materi, penyusunan rundown, pembagian region peserta, skema pendanaan, penetapan fasilitator, hingga penyelesaian Modul Diksuskamad sebagai pedoman nasional.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan
PNF PP Muhammadiyah, Dr. Kyai Sholihin Fanani, menjelaskan bahwa program ini
dirancang khusus untuk mencetak pemimpin lembaga pendidikan yang visioner.
"Diksuskamad dirancang sebagai program penguatan
kompetensi kepala madrasah Muhammadiyah agar memiliki kepemimpinan yang
profesional, adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa
depan," ujar Kyai Sholihin.
Diksuskamad dijadwalkan berlangsung bertahap mulai Agustus
hingga Desember 2026 di 8 hingga 9 region. Pelaksanaan perdana akan dimulai di Region
I Solo sebagai titik awal (pilot project).
Skema Pelatihan, Pendanaan, dan ToT Fasilitator
Dalam pelaksanaannya nanti:
Materi: Peserta akan mengikuti 12 materi utama yang mencakup
penguatan kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, peningkatan mutu, pengembangan
SDM, strategi prestasi, hingga penguatan daya saing.
Sesi: Setiap fasilitator akan menyampaikan materi dalam 3
sesi pembelajaran yang komprehensif.
Pendanaan: Didukung secara mandiri oleh Majelis Dikdasmen
& PNF PP Muhammadiyah, kontribusi madrasah Muhammadiyah unggulan, serta
dukungan pihak lain yang tidak mengikat.
Sebelum Diksuskamad resmi bergulir, Majelis Dikdasmen dan
PNF PP Muhammadiyah juga akan menggelar Training of Trainers (ToT) bagi
para fasilitator guna menyamakan persepsi, memperkuat penguasaan materi, dan
memastikan kualitas penyampaian modul tetap standar di setiap region.
Ungkapan Terima Kasih atas Sinergi Daerah
Keberhasilan partisipasi Endah Sari Dewi dalam Rakernas Duta
Madrasah ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Atas suksesnya
agenda ini, ucapan terima kasih disampaikan kepada:
1. Majelis Dikdasmen
dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah
2. Kepala Kemenag
Kabupaten Lampung Timur
3. Kasi Pendidikan
Madrasah Kemenag Kabupaten Lampung Timur
4. Balai Besar Guru
dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Karanganyar, Jawa Tengah
5. Majelis Dikdasmen
dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung
6. FGM dan FKSM
Provinsi Lampung
7. Keluarga Besar
Kemenag Lampung Timur
8. Pimpinan Daerah
Muhammadiyah Lampung Timur
9. MPDM PNF Pimpinan
Daerah Lampung Timur
Melalui semangat kebersamaan ini, hasil-hasil kepurusan
Rakerja 2026 diharapkan dapat segera diimplementasikan demi melahirkan
madrasah-madrasah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing
global.
