Search

Sinar Hidayah di Balik Jeruji: Kemenag Lampung Timur Gembleng Mental WBP Rutan Sukadana Lewat Bimbingan Rohani

Sinar Hidayah di Balik Jeruji: Kemenag Lampung Timur Gembleng Mental WBP Rutan Sukadana Lewat Bimbingan Rohani

SUKADANA — Puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sukadana, Lampung Timur, kembali mendapatkan suntikan pencerahan rohani. Sebanyak 10 Penyuluh Agama Islam (PAI) lintas kecamatan menggelar kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan secara intensif pada Kamis pagi (23/7/2026).

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini merupakan wujud komitmen dan kerja sama rutin yang terus terjalin erat antara pihak Rutan Kelas IIB Sukadana dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Timur dalam membina mental para warga binaan. Tim penyuluh gabungan tersebut berasal dari tiga Kantor Urusan Agama (KUA), yakni KUA Sekampung Udik, KUA Marga Sekampung, dan KUA Marga Tiga. Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin ketua kelompok yaitu Arrohmatan, yang merupakan penyuluh dari KUA Sekampung Udik. suasana khidmat dan hangat menyelimuti jalannya acara sejak dibuka secara resmi.

Berbeda dari ceramah umum biasa, metode bimbingan kali ini menerapkan pendekatan yang lebih terfokus pada personal. Setelah pembukaan, para warga binaan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Di dalam kelompok tersebut, agenda dilanjutkan dengan: Tadarus Al-Qur'an: Memperbaiki bacaan (tajwid) dan melantunkan ayat-ayat suci secara bersama-sama. Tausiyah & Ceramah Agama: Penyampaian materi motivasi keIslaman untuk memperkuat benteng moral dan mental. Konsultasi Agama: Sesi ruang dialog interaktif di mana para WBP bebas berkonsultasi mengenai persoalan hukum Islam, tata cara ibadah, hingga curahan hati terkait proses hijrah mereka.

Ketua Kelompok Penyuluh, Arrohmatan, menyampaikan bahwa kegiatan rutin ini bertujuan untuk memberikan ruang pembinaan moral agar para warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.


"Kami hadir bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mendampingi. Lewat bimbingan Al-Qur'an dan konsultasi keagamaan ini, kami berharap para warga binaan dapat menemukan kedamaian hati serta menjadikan masa pembinaan di Rutan ini sebagai titik balik menuju kebaikan," ujar Arrohmatan di sela-sela kegiatan.

Seluruh rangkaian bimbingan rohani yang berlangsung hingga selesai ini diakhiri dengan momen yang menyentuh hati. Suasana seketika berubah menjadi haru ketika para penyuluh dan warga binaan bersama-sama melantunkan I'tiraf, syair doa pengakuan dosa yang legendaris karya Abu Nawas. Gema senandung "Ilahi lastu lil firdausi ahla..." yang dilantunkan secara penuh penghayatan menjadi penutup yang sarat makna—menegaskan harapan akan ampunan Tuhan dan semangat baru untuk menata masa depan yang lebih terang di luar jeruji besi kelak.