Bandar Sribhawono (humas)– Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bandar Sribhawono, Novie Setiyarsih, menyampaikan pentingnya legalitas Majelis Taklim melalui Surat Keterangan Terdaftar (SKT) sekaligus mengajak jamaah berpartisipasi dalam kegiatan Rashdul Kiblat 2026 saat menghadiri pembinaan di Majelis Taklim Nurul Jannah, Desa Sribhawono, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus dan jamaah Majelis Taklim tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pembinaan kelembagaan keagamaan serta memastikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah.
Dalam sambutannya, Novie Setiyarsih menyampaikan bahwa penyerahan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majelis Taklim bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi merupakan bentuk pengakuan resmi dari Kementerian Agama terhadap keberadaan Majelis Taklim sebagai mitra strategis dalam pembinaan umat.
"SKT diharapkan menjadi motivasi bagi pengurus untuk terus mengembangkan kegiatan keagamaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kualitas pembinaan umat, serta menjadikan Majelis Taklim sebagai pusat pendidikan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Novie juga menyosialisasikan kegiatan Rashdul Kiblat yang akan berlangsung pada 15–16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB. Ia menjelaskan bahwa pada waktu tersebut matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga menjadi momen paling akurat untuk mengecek dan meluruskan arah kiblat rumah, mushala, maupun masjid.
Menurutnya, memastikan arah kiblat merupakan bagian dari ikhtiar umat Islam dalam menyempurnakan pelaksanaan ibadah salat sesuai syariat.
Ia mengajak seluruh jamaah Majelis Taklim Nurul Jannah untuk turut berpartisipasi dengan mendaftarkan lokasi yang akan diukur melalui laman resmi Kementerian Agama atau berkoordinasi dengan Penyuluh Agama Islam maupun Kantor Urusan Agama (KUA).
Selain memberikan pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan Rashdul Kiblat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya ketelitian dalam menentukan arah kiblat secara ilmiah, mudah, dan akurat.
Melalui pembinaan tersebut, diharapkan Majelis Taklim Nurul Jannah semakin aktif sebagai wadah pembelajaran agama, pembinaan akhlak, dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, pelaksanaan Rashdul Kiblat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran umat akan pentingnya arah kiblat yang tepat sehingga kualitas ibadah semakin baik dan memberikan ketenangan dalam beribadah.
"Kiblat Tepat, Ibadah Kuat, Umat Bersatu." Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan kehidupan beragama yang moderat, berkualitas, dan penuh keberkahan.**ns
