Mataram Baru (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mataram Baru akan menggelar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah pada Kamis, 9 Juli 2026, di Aula KUA Mataram Baru. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kepedulian sosial Kementerian Agama dalam menyemarakkan 10 Muharam dengan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim.
Kepala KUA Mataram Baru, H. Kasbolah, M.Pd., mengatakan, sebanyak 15 anak yatim dari tujuh desa di Kecamatan Mataram Baru akan menerima santunan yang bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur.
"Alhamdulillah, melalui dukungan UPZ Kemenag Lampung Timur, kami akan menyalurkan santunan kepada 15 anak yatim. Semoga kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan Muharam," ujar Kasbolah, Senin (29/06/2026).
Ia menjelaskan, penerima santunan berasal dari seluruh desa di Kecamatan Mataram Baru dengan rincian Desa Way Areng sebanyak dua anak, Desa Teluk Dalem dua anak, Desa Rajabasa Baru dua anak, Desa Tulung Pasik dua anak, Desa Mandalasari dua anak, Desa Kebun Damar dua anak, serta Desa Mataram Baru sebanyak tiga anak, sehingga keseluruhannya berjumlah 15 anak yatim.
Selain penyerahan santunan, kegiatan juga akan diisi dengan doa bersama dan pembinaan keagamaan sebagai upaya memperkuat nilai kepedulian sosial serta semangat berbagi di tengah masyarakat.
H. Kasbolah berharap kegiatan Lebaran Yatim dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap anak-anak yatim serta memperkuat sinergi antara KUA, pemerintah desa, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kepedulian sosial.
"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu menggerakkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Memuliakan anak yatim adalah ajaran mulia yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.
Melalui program ini, KUA Mataram Baru terus berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan administrasi, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
