Search

Sannipata Waisak 2570 TB Perkuat Kerukunan Lintas Agama, Wujud Nyata Persatuan di Lampung Timur

Sannipata Waisak 2570 TB Perkuat Kerukunan Lintas Agama, Wujud Nyata Persatuan di Lampung Timur

Lampung Timur (Humas) — Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kabupaten Lampung Timur menggelar Perayaan Sannipata Waisak 2570 Tahun Buddhis di Vihara Buddha Metta, Desa Batangharjo, Kecamatan Batanghari, Minggu (21/6/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan sebagai wujud nyata kerukunan umat beragama di Kabupaten Lampung Timur.

Perayaan tersebut dihadiri Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Dewan Pengawas Sangha Agung Indonesia YM Suhu Nyana Maitri Mahastavira, YM Bhikkhu Pannajoto, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur Marwansyah, anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur, pengurus Majelis Buddhayana Indonesia tingkat provinsi dan kabupaten, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, para bhikkhu dan bhikkhuni, tokoh agama lintas iman, serta umat Buddha dari berbagai wilayah di Lampung Timur.


Dalam sambutannya, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak 2570 Tahun Buddhis kepada seluruh umat Buddha. Ia menegaskan bahwa Waisak merupakan momentum untuk menghayati nilai-nilai luhur ajaran Buddha yang mengajarkan kebajikan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.

"Nilai-nilai universal yang diajarkan Sang Buddha sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat kemanusiaan, kepedulian terhadap sesama, dan kebajikan merupakan fondasi penting dalam membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian," ujar Ela.

Bupati juga mengajak seluruh umat Buddha menjadikan Hari Suci Waisak sebagai sarana memperkuat persatuan serta menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur Marwansyah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang berlangsung harmonis dan melibatkan berbagai unsur masyarakat lintas agama. Menurutnya, perayaan Waisak menjadi salah satu bentuk nyata penguatan moderasi beragama di Lampung Timur.

"Semangat Waisak hendaknya tidak hanya dirasakan oleh umat Buddha, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk menebarkan kebaikan, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga persatuan dan kerukunan bangsa," kata Marwansyah.


Ketua PC Majelis Buddhayana Indonesia Kabupaten Lampung Timur Gunawan Maitri menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap semangat Waisak dapat terus memperkuat persaudaraan, menumbuhkan praktik kebajikan, serta meningkatkan kontribusi umat Buddha bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Rangkaian kegiatan diisi dengan puja bakti, pembacaan paritta suci, penyampaian Dhamma, doa bersama, serta silaturahmi lintas agama. Kehadiran tokoh agama Islam, Hindu, Kristen, Katolik, dan Buddha dalam satu perayaan menjadi gambaran nyata bahwa toleransi dan persaudaraan terus tumbuh dan terpelihara di Kabupaten Lampung Timur.