Lampung Timur, (Humas) --- Kegiatan Digitalisasi Madrasah Tingkat MTs dan MA Se-Kabupaten Lampung Timur yang diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan Madrasah menjadi tonggak penting dalam upaya memodernisasi sistem pendidikan madrasah. Acara ini diikuti oleh guru MTs dan MA se-Kabupaten Lampung Timur dengan tujuan meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital, Kamis, (11/6/2026) di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Lampung Timur.
Dalam sambutannya, penyelenggara kegiatan menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada madrasah
peserta, tetapi juga memberi pengaruh positif bagi madrasah di sekitarnya. Guru
madrasah saat ini dituntut untuk memahami teknologi informasi, namun tetap
menjaga amanah dan tidak menjadikannya sebagai sarana mengejar keuntungan
pribadi.
“Digitalisasi madrasah adalah
ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kami berharap seluruh
peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh hari ini sehingga
madrasah di Lampung Timur semakin adaptif, inovatif, dan mampu menghasilkan
generasi yang unggul serta berakhlak mulia,” ujar Plh. Kasi Penmad, Ahmad
Tsauban saat membuka kegiatan.
Narasumber Yuni Insyi Solihati
memperkenalkan konsep deep learning dalam pembelajaran. Pendekatan ini
dirancang agar murid tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar memahami
materi dan mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Kerangka tersebut
berlandaskan tiga pilar utama dan empat elemen kerja untuk menciptakan pembelajaran
yang bermakna.
Selanjutnya, narasumber kedua, Shodali menyoroti
pentingnya digitalisasi dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Ia
mencontohkan pemanfaatan aplikasi berbasis kecerdasan buatan seperti ChatGPT,
Gemini, dan Copilot yang dapat membantu guru dalam menyusun perangkat pembelajaran,
membuat soal, serta menyiapkan media pembelajaran yang lebih interaktif.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata
komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan madrasah yang modern,
relevan, dan tetap berakar pada nilai-nilai Islam. Dengan sinergi antara guru,
teknologi, dan infrastruktur, madrasah di Lampung Timur diharapkan mampu
menjadi model pendidikan masa depan yang berdaya saing global.
