Sukadana, 11 Juni 2026 – Kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) kembali dilaksanakan di Lapas Kelas IIB Sukadana pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Way Bungur, Purbolinggo, dan Raman Utara tersebut berlangsung penuh kehangatan, edukatif, serta menghadirkan dialog interaktif antara penyuluh dan warga binaan.
Acara dipandu oleh Ahmad Rodhi selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan surat-surat pendek secara bersama-sama yang dipimpin oleh Darto Wahab. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan tampak menyelimuti ruangan pembinaan saat para peserta mengikuti bacaan dengan penuh perhatian.
Pada sesi tausiyah, Sutrisno menyampaikan materi bertema "Muhasabah Menyambut Tahun Baru Hijriah". Dalam penyampaiannya, ia mengajak para warga binaan untuk menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.
"Tahun baru Hijriah bukan sekadar pergantian waktu, tetapi menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk melakukan evaluasi diri dan memperbanyak amal kebaikan," ungkap Sutrisno dalam tausiyahnya.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi "Curhat dari Hati ke Hati" yang dipandu oleh Zaynal Abidin. Pada sesi ini, para warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, pengalaman, maupun permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan ibadah.
Berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta mendapat tanggapan dan penjelasan langsung dari para penyuluh agama. Dialog dua arah yang terjalin menciptakan suasana pembinaan yang lebih hidup dan komunikatif, sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap persoalan yang mereka hadapi.
Untuk menambah semangat dan partisipasi peserta, kegiatan kemudian diisi dengan permainan edukatif yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar pengetahuan keislaman. Para warga binaan terlihat antusias mengikuti permainan tersebut. Bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar, panitia menyediakan doorprize sebagai bentuk apresiasi.
Melalui metode pembinaan yang memadukan ceramah, dialog interaktif, serta permainan edukatif, diharapkan warga binaan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan agama, tetapi juga motivasi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Yasin. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapat sambutan positif dari para warga binaan yang mengikuti kegiatan hingga selesai.
Pembinaan keagamaan secara rutin merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter dan peningkatan spiritual warga binaan, sehingga mereka dapat kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keimanan, akhlak, dan semangat perubahan yang lebih baik. **Ns
