Search

Tebarkan Nilai Keagamaan, Penyuluh Agama Islam Rutin Bina WBP Rutan Kelas IIB Sukadana

Tebarkan Nilai Keagamaan, Penyuluh Agama Islam Rutin Bina WBP Rutan Kelas IIB Sukadana

Lampung Timur (Humas) - Penyuluh Agama Islam Kabupaten Lampung Timur kembali melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sukadana, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang merupakan agenda rutin tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, membangun karakter, serta memberikan motivasi spiritual kepada warga binaan agar dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik dan penuh harapan.

Dalam pelaksanaannya, para penyuluh memberikan materi keagamaan yang menitikberatkan pada peningkatan keimanan dan ketakwaan, pentingnya memperbaiki diri, serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tausiyah, dan sesi tanya jawab keagamaan.

Penyuluh Agama Islam yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ali Imron Rosyadi, Ahmad Yusuf, Mohammad Zaenudin, Ariani, dan Bakiyatus Sholihah. Kelima penyuluh secara bergantian memberikan pembinaan dan pendampingan spiritual kepada warga binaan.

Menurut para penyuluh, pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran moral dan spiritual warga binaan. Melalui pendekatan keagamaan yang humanis dan berkelanjutan, diharapkan warga binaan mampu melakukan introspeksi diri, memperbaiki perilaku, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.

Pihak Rutan Kelas IIB Sukadana menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi sinergi yang terus terjalin antara Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur melalui para Penyuluh Agama Islam dengan pihak pemasyarakatan. Kolaborasi ini dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung program pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

Melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan yang dilaksanakan secara rutin, diharapkan nilai-nilai keagamaan dapat semakin tertanam dalam diri warga binaan, sehingga mampu menjadi bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, produktif, dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.**ns