Lampung Timur — Dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kepala MIN 4 Lampung Timur turut ambil bagian dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan dengan menjadi imam sekaligus khotib salat Idul Adha di Mushola Al Iman, Desa Maringgai.
Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang makna pengorbanan melalui keteladanan tiga tokoh besar dalam sejarah Islam, yakni Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Siti Hajar.
Beliau menjelaskan bahwa pengorbanan Nabi Ibrahim mencerminkan totalitas ketaatan kepada Allah SWT. Saat diperintahkan untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ibrahim tidak membantah maupun menawar, melainkan menjalankan perintah dengan penuh keikhlasan. Spirit inilah yang menurut beliau perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam beribadah, menjalankan amanah sebagai guru, orang tua, maupun sebagai warga masyarakat.
Selain itu, beliau juga mengangkat keteladanan Nabi Ismail AS sebagai sosok anak yang ikhlas dan sabar. Ketika mengetahui dirinya akan disembelih, Nabi Ismail menjawab dengan penuh ketundukan dan kesabaran kepada ayahnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi generasi muda agar senantiasa berbakti kepada orang tua, tekun belajar, serta tidak mudah mengeluh dalam menghadapi kehidupan.
Tidak kalah penting, beliau juga menyoroti perjuangan Siti Hajar sebagai simbol ikhtiar dan tawakal seorang ibu. Dalam kondisi ditinggalkan di padang tandus bersama bayinya, Siti Hajar tetap berusaha mencari air dengan berlari tujuh kali antara Bukit Safa dan Marwah hingga akhirnya Allah SWT menghadirkan air zam-zam. Dari kisah tersebut, beliau mengajak jamaah untuk terus menjaga lingkungan dan alam sebagai sumber kehidupan.
“Setelah berkurban, jangan sampai kita mengotori alam. Jagalah sungai, tanah, dan lingkungan karena dari sanalah kehidupan kita berasal,” pesannya di hadapan jamaah.
Di akhir khutbah, beliau mengajak masyarakat untuk memaknai kurban bukan hanya sebatas menyembelih hewan, tetapi juga mengorbankan ego, rasa malas, dan sifat-sifat buruk yang harus ditinggalkan demi masa depan yang lebih baik.
Pelaksanaan salat Idul Adha berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, serta dihadiri masyarakat Desa Maringgai dengan antusias dan penuh kebersamaan.
