Search

Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi

Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi

Lampung Timur (Humas) - Ribuan guru madrasah, baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Lampung Timur, memadati GOR Bumei Tuwah Bepadan pada Kamis (23/04/2026). Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi agenda kegiatan, tetapi dilandasi semangat untuk mengembangkan diri melalui seminar motivasi bertajuk “Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi” yang diselenggarakan oleh Teacher Preneur Nusantara.

Kegiatan yang berlangsung dua sesi ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas bagi para pendidik. Seminar tersebut mendorong para guru untuk tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan menjadi sosok inspiratif bagi peserta didik, sejalan dengan upaya mencetak generasi emas yang unggul secara intelektual dan berakhlak.

Dalam kesempatan tersebut sesi kedua ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Drs. H. Marwansyah, menekankan pentingnya integritas dan keteladanan guru, termasuk dalam hal menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Menurutnya, lingkungan yang bersih merupakan cerminan dari pola pikir dan sikap hidup yang tertata. Ia mengajak para guru untuk menjadi teladan dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.


Sementara itu, Coach seminar yang merupakan President of Indonesian BRICS Youth Forum,  Syafii Efendi, M.M., menyampaikan materi yang menggugah tentang pentingnya melakukan transformasi dari akar. Ia menjelaskan bahwa untuk menghasilkan “buah” yang baik, seorang guru harus terlebih dahulu memperbaiki “akar”, yakni pola pikir, kebiasaan, dan kualitas diri. Dalam paparannya, ia menguraikan sejumlah langkah strategis untuk menjadi great teacher, di antaranya menjaga diri tetap berada dalam frekuensi positif (in the zone), melepaskan beban masa lalu yang menghambat perkembangan, serta fokus pada kualitas input atau hal-hal yang dipelajari.

Ia juga menekankan pentingnya menerapkan prinsip no blame policy, yaitu tidak menyalahkan keadaan atau orang lain, serta terus belajar dari sosok terbaik melalui bimbingan mentor yang kompeten. Selain itu, komitmen yang kuat terhadap tujuan, sikap persisten dalam menghadapi tantangan, serta memiliki alasan yang kokoh (strong why) menjadi kunci utama dalam menjalani profesi sebagai guru.


Lebih lanjut, Syafii mengingatkan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa tindakan nyata. Oleh karena itu, guru dituntut untuk berani mengambil langkah (action) tanpa menunda, serta membuka diri terhadap perubahan (change), baik melalui pembelajaran maupun pengalaman hidup. Menurutnya, perubahan sejati lahir dari pikiran yang terbuka dan hati yang tergerak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru madrasah di Kabupaten Lampung Timur semakin termotivasi untuk terus berkembang, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Tidak hanya sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga sebagai sosok inspiratif yang mampu membentuk karakter dan masa depan generasi penerus bangsa.