Lampung Timur(22/04/2026)— Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Lampung Timur menunjukkan komitmennya dalam melestarikan bahasa dan budaya daerah melalui program revitalisasi Bahasa Lampung di lingkungan madrasah.
Komitmen ini diperkuat setelah keikutsertaan salah satu guru, Sevitri Santi, S.Pd.I, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Guru Utama tentang revitalisasi bahasa daerah yang berlangsung di Bandar Lampung pada 20–22 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia menegaskan bahwa MIN 4 Lampung Timur siap menghidupkan kembali penggunaan Bahasa Lampung sebagai bagian dari pembelajaran dan budaya sekolah.
Upaya revitalisasi ini diarahkan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan budaya daerah pada peserta didik, sehingga mereka tidak hanya mengenal tetapi juga bangga menggunakan Bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat nilai persatuan di kalangan siswa melalui penggunaan bahasa daerah sebagai identitas bersama yang mempererat hubungan sosial di lingkungan madrasah.
Lebih dari itu, revitalisasi Bahasa Lampung juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai luhur adat Lampung, khususnya konsep Cepalo. Nilai-nilai tersebut mencakup Piil Pesenggiri yang mengajarkan pentingnya menjaga harga diri, Bejuluk Beadek sebagai bentuk penghormatan terhadap gelar dan identitas adat, Nemui Nyimah yang menanamkan sikap ramah dan terbuka terhadap sesama, Cangget Ragem yang mencerminkan kebersamaan dalam pergaulan, serta Mupakat yang menekankan pentingnya musyawarah dalam mengambil keputusan.
Kepala Madrasah, Ahmad Husin, M.Pd., menyampaikan bahwa pelestarian Bahasa Lampung sangat penting untuk memastikan generasi muda tetap mengenal dan memahami nilai-nilai budaya lokal.
“Bahasa Lampung perlu dilestarikan agar anak-anak didik mengetahui nilai budaya daerahnya dan tidak mengalami kepunahan,” ujarnya.
Dengan langkah ini, MIN 4 Lampung Timur berharap dapat menjadi contoh madrasah hebat yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga warisan budaya daerah. HK
