Lampung Timur (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Marwansyah, menggelar audiensi bersama Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Lampung Timur, Kusaeni, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung Timur, yang diwakili oleh Zaini, Bendahara dan Guntur, Sekretaris Baznas Lampung Timur, Kamis (2/4/2026).
Audiensi tersebut tidak hanya
membahas rencana pembentukan Kampung Zakat, tetapi juga mengulas berbagai
program strategis pengelolaan zakat dan wakaf di lingkungan Kemenag Lampung
Timur, seperti optimalisasi zakat uang pegawai, wakaf dari calon pengantin
(catin), serta penguatan tata kelola zakat dan wakaf secara menyeluruh.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Lampung Timur, Kusaeni, menyampaikan bahwa program-program tersebut selaras dengan Asta Protas Kemenag, khususnya dalam mewujudkan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Program zakat dan wakaf ini diarahkan untuk memberikan manfaat nyata, baik melalui optimalisasi zakat pegawai, wakaf dari calon pengantin, maupun program pemberdayaan masyarakat seperti Kampung Zakat,” ujar Kusaeni.
Ia menjelaskan, untuk program
Kampung Zakat akan difokuskan pada satu desa sebagai lokus utama, dengan
melibatkan seluruh desa dalam satu kecamatan. Program ini juga akan dijalankan
melalui kolaborasi erat dengan Baznas Lampung Timur serta didukung gerakan
sosial seperti “Kampung Berbagi”.
Selain itu, peran KUA di wilayah
Lampung Timur juga akan dioptimalkan dalam mendukung implementasi program zakat
dan wakaf, termasuk dalam sosialisasi dan pengumpulan wakaf dari calon
pengantin.
Baznas Lampung Timur dalam
kesempatan tersebut menyambut baik berbagai rencana yang disampaikan dan
menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi bersama Kemenag.
“Mudah-mudahan ke depan program
Kampung Zakat dapat berjalan dengan baik, dan kerja sama antara Kemenag dan
Baznas semakin kuat, termasuk dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui
dana zakat,” ujar perwakilan Baznas Lampung Timur.
Kepala Kantor
Kemenag Lampung Timur, Marwansyah, menegaskan bahwa seluruh program zakat dan
wakaf harus dikelola secara maksimal dan terarah agar memberikan dampak luas
bagi masyarakat. “Kami ada karena masyarakat. Oleh karena itu, mohon kita semua
dapat memaksimalkan alur pengelolaan zakat dan wakaf, baik dari pegawai, calon
pengantin, maupun program pemberdayaan lainnya,” tegas Marwansyah.
Ia juga menekankan pentingnya
kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan program. “Kolaborasi
menjadi kunci utama. Dengan sinergi yang baik antara Kemenag, Baznas, dan
seluruh stakeholder, insyaAllah program zakat dan wakaf ini akan berjalan
optimal dan memberikan manfaat yang luas,” pungkasnya.
Melalui audiensi ini, diharapkan
terbangun sinergi yang semakin solid antara Kemenag dan Baznas Lampung Timur
dalam mengelola potensi zakat dan wakaf secara optimal. Dengan kolaborasi yang
berkelanjutan dan terarah, program-program yang dirancang tidak hanya berjalan
efektif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan
kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di Kabupaten Lampung Timur.
