Search

Pesantren Ramadhan Hari Kedua: POKJALUH Lampung Timur Perkuat Pemahaman Ibadah dan Zakat WBP Rutan Sukadana

Pesantren Ramadhan Hari Kedua: POKJALUH Lampung Timur Perkuat Pemahaman Ibadah dan Zakat WBP Rutan Sukadana

Sukadana (Humas) — Kegiatan Pesantren Ramadhan hari kedua yang diselenggarakan oleh POKJALUH Lampung Timur di Rutan Kelas IIB Sukadana berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat pada Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemahaman teori dan praktik ibadah serta materi zakat bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Acara dipandu oleh Indah Kemala Sari selaku pemandu acara. Kegiatan diawali dengan murojaah surat-surat pendek yang dipandu oleh Muridan, kemudian dilanjutkan dengan hafalan doa sehari-hari bersama Solihin. Suasana religius terasa kuat ketika para peserta dengan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Pada sesi materi inti, Ustadz Ibnu Yatim menyampaikan tausiyah singkat selama tujuh menit tentang teori ibadah dan zakat. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya meluruskan niat dalam beribadah, memahami dasar-dasar hukum ibadah, serta meningkatkan kesadaran akan zakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan penyucian harta.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik shalat yang terbagi dalam beberapa materi teknis. Ahmad Junaidi menyampaikan tentang syarat sah shalat, Nur Hidayat menjelaskan rukun shalat, Ahmad Arifin bersama Basarudin membimbing bacaan shalat yang benar, serta Imam Tobroni dan Erwin mempraktikkan tata cara shalat berjamaah. Para peserta mengikuti praktik dengan serius dan interaktif, didampingi langsung oleh tim penyuluh.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif WBP, panitia juga mengadakan pembagian doorprize yang dipandu oleh Hj. Mashudah, Sukrini, Khoirus Syafaah, Safinatun Najah, Roy Hamdiati, dan seluruh tim. Pertanyaan yang disiapkan bersifat singkat dan mudah, seputar materi yang telah disampaikan, sehingga menambah semangat dan keceriaan peserta.

Seluruh panitia saling membantu secara umum, khususnya saat sesi praktik ibadah dan pembagian doorprize, sehingga kegiatan berjalan lancar dan kondusif. Dokumentasi dan publikasi kegiatan dikoordinatori oleh Devi selaku koordinator hari kedua.

Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya memahami teori ibadah dan zakat, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari. Ramadhan pun menjadi momentum pembinaan spiritual yang membawa perubahan positif dan berkelanjutan.***(DTP)