Labuhan Ratu, MAN IC (Humas) --- Di balik sebuah pena, tersimpan kekuatan besar untuk mengubah dunia. Pesan inilah yang dibuktikan oleh Tsabitah Nurul Athifah, siswi kelas X-A MAN IC Lampung Timur. Melalui imajinasi yang kaya dan ketajaman diksi, ia sukses meraih Juara 1 Bidang Cipta Cerpen pada ajang bergengsi EXPO 13th SMA IT Baitul Muslim 2026, yang digelar pada Minggu (8/2).
Lomba Cipta Cerpen dalam EXPO tahunan tersebut bukan sekadar kompetisi merangkai kalimat. Para peserta ditantang untuk berpikir kritis, menyelami kedalaman emosi, serta menyajikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Di tengah persaingan ketat antarsekolah, karya Tsabitah tampil menonjol. Cerpen yang ia suguhkan tidak hanya memiliki alur yang solid dan karakter yang kuat, tetapi juga dibalut dengan gaya bahasa imajinatif yang mampu menyentuh hati dewan juri. Kekuatan narasi dan pesan yang disampaikan menjadi nilai lebih yang mengantarkannya meraih posisi tertinggi.
Keberhasilan ini tentu bukan sebuah kebetulan. Di balik podium juara, terdapat proses panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan. Tsabitah mempersiapkan diri dengan tekun, rutin berlatih menulis, serta aktif membaca berbagai karya sastra guna memperkaya wawasan dan teknik kepenulisannya. Dukungan dan bimbingan guru turut menjadi faktor penting dalam mengasah potensi serta membangun kepercayaan dirinya.
Kepala MAN IC Lampung Timur, Dr. H. Muhammad Naim, S.Pi., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut.
“Prestasi ini adalah bukti bahwa budaya literasi di MAN IC Lampung Timur terus tumbuh dan memberikan hasil nyata. Kami sangat bangga atas kerja keras dan dedikasi Tsabitah. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berani berkarya, berkompetisi, dan mengharumkan nama madrasah di berbagai ajang,” ungkap beliau.
Senada dengan itu, Ellynda Mufidah, S.Hum., selaku guru pembimbing, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses yang konsisten.
“Tsabitah memiliki konsistensi dan ketekunan dalam berlatih menulis. Ia terbuka terhadap masukan dan terus memperbaiki karyanya hingga mencapai hasil terbaik. Keberhasilan ini bukan hanya tentang gelar juara, tetapi tentang proses belajar, disiplin, dan keberanian menuangkan gagasan dalam bentuk karya sastra,” tuturnya.
Bagi Tsabitah, gelar juara ini merupakan langkah awal dari perjalanan panjangnya di dunia literasi. Dengan penuh rasa syukur, ia berharap prestasi ini dapat menginspirasi teman-teman sebaya untuk berani menulis dan mengekspresikan gagasan melalui karya.
“Satu pena bisa melahirkan sejuta makna,” ujarnya
singkat namun penuh makna.
Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa di era digital, kemampuan mengekspresikan diri melalui tulisan merupakan aset berharga bagi generasi muda. Selamat kepada Tsabitah Nurul Athifah. Teruslah berkarya dan menginspirasi melalui kata-kata.
(Wid/Tim Humas)
