METRO KIBANG (Humas)- Dalam upaya mendukung program pemerintah menurunkan angka prevalensi stunting, mahasiswa Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung melakukan penelitian lapangan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur.
Penelitian ini memfokuskan pada peran aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) bagi calon pengantin sebagai instrumen pencegahan dini fenomena stunting.
Kedatangan mahasiswi tersebut disambut hangat oleh Bapak Arief Amiluddin, selaku Penghulu sekaligus Wakil Kepala KUA Metro Kibang. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab ini menjadi ruang diskusi kritis mengenai peran teknologi dalam memantau kesehatan calon pengantin (Catin). Aplikasi Elsimil, yang diluncurkan oleh BKKBN, merupakan syarat wajib bagi calon pengantin (catin) sebelum melangsungkan pernikahan. Mahasiswi peneliti meninjau sejauh mana implementasi aplikasi ini di tingkat akar rumput, khususnya dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan gizi.
"Kami ingin melihat korelasi antara kepatuhan calon pengantin dalam menggunakan Elsimil dengan kesiapan mereka membangun keluarga yang bebas stunting," ujar mahasiswi peneliti di lokasi. Bapak Arief Amiluddin memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, sinergi antara KUA dan mahasiswa sangat penting untuk mengedukasi masyarakat yang seringkali menganggap remeh persiapan kesehatan sebelum menikah.
"Kami sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa UIN RIL yang membawa semangat baru dalam sosialisasi Elsimil ini. Di KUA Metro Kibang, kami menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar administrasi, tapi juga persiapan melahirkan generasi yang sehat dan kuat. Elsimil adalah alat kontrol yang sangat membantu kami dan para Catin," ujar Arief Amiluddin.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pemangku kebijakan untuk menyempurnakan program pencegahan stunting berbasis digital.
