Lampung Timur, MAN IC (Humas) --- MAN Insan Cendekia (IC) Lampung
Timur menerima kunjungan Tim Asesor Green School Index Lampung Timur dalam
rangka visitasi penilaian sekolah berwawasan lingkungan di ruang kerja kepala
madrasah, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menjadi momen penting untuk
menegaskan komitmen madrasah dalam membangun budaya peduli lingkungan yang
terintegrasi dalam aktivitas pembelajaran, tata kelola madrasah, dan pembiasaan
siswa sehari-hari.
Kegiatan
visitasi diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Madrasah yang diwakili
Kepala Tata Usaha, H. Muhammad Ali Wijanarko, S.Sos.I., M.S.I. Dalam
sambutannya, beliau menyampaikan komitmen kuat madrasah dalam membangun budaya
peduli lingkungan. Ia menegaskan bahwa gerakan madrasah hijau bukan sekadar
program, melainkan telah menjadi karakter dan kebiasaan seluruh warga madrasah.
Dalam visitasi tersebut, tim asesor tidak hanya melakukan
penilaian administratif, tetapi juga meninjau langsung implementasi program di
berbagai sudut madrasah. Beberapa titik utama yang ditinjau meliputi:
· Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dengan
fokus pada sistem pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai kunci
keberhasilan program sekolah hijau.
· Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS)/Pusat Pelayanan Kesehatan, untuk memastikan kebersihan, sanitasi, dan pengelolaan kesehatan
lingkungan berjalan dengan baik.
· Area dapur, guna
memastikan standar sanitasi serta manajemen limbah dapur dilakukan secara
higienis tanpa mencemari lingkungan sekolah.
· Bank Sampah Insan Cendekia, sebagai
pusat edukasi ekonomi sirkular tempat siswa belajar memilah dan mengelola
sampah menjadi barang bernilai.
· Pemanfaatan ruang terbuka hijau, kebersihan
lingkungan asrama dan kelas, serta keterlibatan aktif siswa dalam gerakan
peduli bumi.
Suasana madrasah yang bersih, tertata, dan hijau menjadi bukti
nyata keseriusan seluruh warga madrasah dalam mewujudkan ekosistem madrasah
yang sehat dan berkelanjutan.
Koordinator
Green School MAN IC Lampung Timur, Ery Santosa,
S.Pd, menyampaikan bahwa seluruh program lingkungan di madrasah
dirancang bukan sebagai kegiatan sesaat, melainkan sebagai pembiasaan yang
konsisten. Sistem yang dibangun melibatkan siswa secara langsung agar mereka belajar
bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui praktik nyata setiap hari.
Semangat
Green School bukan sekadar memenuhi aspek penilaian, tetapi telah menjadi
bagian dari budaya yang terus ditanamkan kepada peserta didik. Siswa diharapkan
tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi
terhadap kelestarian lingkungan.
Tim asesor
memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan MAN IC Lampung Timur dalam
mengembangkan praktik-praktik sekolah hijau yang inspiratif. Diharapkan,
langkah ini dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lain di Provinsi
Lampung dalam membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan sejak dini.
Visitasi ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga penguat semangat
bersama bahwa dari madrasah lahir generasi yang mencintai bumi dan siap menjaga
keberlanjutannya.
(Wid/Tim Humas)
