Way Bungur (inmas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Way
Bungur, Lampung Timur kembali laksanakan pembinaan kemasjidan yang secara rutin
dilakukan setiap pekannya. Hari ini, Rabu (16/02/2022) kegiatan dipusatkan di
Masjid Darul Ihsan Desa Tambah Subur dengan menghadirkan takmir 26 masjid
musholla di desa Tambah Subur.
Pada kesempatan tersebut, hadir pula Kepala
Desa Tambah Subur, Setiyo Budi, Pengurus MWC NU, H. Taryono, Tokoh Muhammadiyah
Cabang Way Bungur, H. Purwanto, Ketua PAC LDII, H. Chairil Anwar, dan Tokoh
LDII, H. Ahmad Sofyan, Penyuluh Agama Islam Fungsional, Tri Andini Cahyaningtyas,
S.Th.I., dan para Penyuluh Agama Islam Non PNS se Kecamatan Way Bungur.
Disamping menyampaikan Trilogi Manajemen
Masjid [Idaroh, Imaroh, dan Ri’ayah], Kepala KUA Kecamatan Way Bungur, H.
Solihin Panji, S.Th.I., M.Sy., dalam pembinaannya menekankan arti penting
Moderasi Beragama.
“Selama ini kerukunan umat beragama di
Kecamatan Way Bungur khususnya desa Tambah Subur amatlah kondusif, tidak ada
gesekan dan konflik, semua kita membaur hidup bersosial menjadi satu, terlebih
kita yang seagama, tidak membedakan aliran faham keagamaan dan ormas kita. Ketika
Tuhannya satu, Nabinya satu, Kitabnya satu, kiblatnya satu, yakin dan
percayalah bahwa ia saudara kita seiman, tidak boleh kita memusuhinya,
menyakitinya, melukai hatinya, apalagimelempar fitnah kepadanya. Karena pada
hakikatnya,kita adalah bagian dari satu tubuh yang utuh”. Papar Panji,
panggilan akrab Kepala KUA tersebut.
“Jika dengan yang berlainan agama saja kita
bisa hidup guyub rukun, apalagi dengan yang seagama, pastilah kita bisa hidup
berdampingan, rukun dan damai. Lihat betapa banyaknya persamaan kita, dan
besarkan persamaan itu, jangan lihat perbedaan kita, karena itu berpotensi
untukkita lemah dan pecah, Perbedaan yang ada kita jadikan dinamika indah dalam
khazanah keberagamaan kita, sehingga ia bisa memberi warna positif dalam hidup”.
tambahnya.
Sebagaimanakita ketahui, moderasi beragama merupakan salah satu inti
dalam beragama dan merupakan perintah suci semua agama, untuk menghindari cara
pandang dan prilaku ekstrim dalam beragama, maka moderasi beragama menjadi jalan
tengah yang harus di miliki oleh seluruh pemeluk agama apapun, dengan
menghargai nilai-nilai kemanusiaan, kemajemukan, kebangsaan, maupun
nilai-nilai internal dalam agama itu sendiri.
Moderasi beragama bukanlah cara
beragama setengah-setengah yang justru akan mengarah pada paham liberal, tetapi
dengan memahami maksud dan tujuan moderasi beragama yang sebenarnya, maka ini
merupakan gerbang utama atau pintu masuk menuju cara hidup beragama serta cara
pandang beragama yang benar.
Untuk menciptakan nilai-nilai
tersebut, maka digagaslah kegiatan oleh Kepala KUA Kecamatan Way Bungur yakni Pembinaan
Kemasjidan yang terintegrasi di dalamnya pembinaan tentang perwakafan dan Moderasi
Beragama, yang di adakan di seluruh desa secara bergiliran sesuai dengan jadwal
yang telah di sepakati oleh Instansi KUA dan kepala desa yg ada di ruang
lingkup Kecamatan Way Bungur.
Dalam closing statemennya Solihin
Panji menyampaikan bahwa “moderasi beragama sangat penting bagi kita sebagai
mahluk ciptaan Allah yang memiliki perbedaan, dimana kita ketahui bersama bahwa
Kecamatan Way Bungur memiliki keragaman agama, suku, dan faham keagamaan, jika
kita semua tidak bisa menjaga sikap toleransi, maka potensi konflik itu selalu
mengintaikita.” ungkapnya.
“Namun ketika kita mempunyai sikap saling menjaga dan saling menghormati, maka konflik itu bisa terhindarkan. Apalagi jika semua warga masyarakat merasa terikat dalam satu kesatuan yaitu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika dengan ideologi Pancasila, maka kedamaian, ketentraman dan keamanan pasti dapat terwujud.” tutupnya.*** (SPBP)
