Search

Sinergi Kemenag Lampung Timur dan Rutan Sukadana Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan

Sinergi Kemenag Lampung Timur dan Rutan Sukadana Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan

Lampung Timur (Humas) – Rumah Tahanan Kelas IIB Sukadana bersama Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur menggelar acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang berfokus pada program pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan, Senin (15/8/2025).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Rutan Sukadana, Farizal Antoni, Kepala Kantor Kemenag Lampung Timur, Indrajaya, Ketua Pokjaluh Agus Salim, Ketua IPARI, Indrajayati, Penyuluh Agama Buddha, Sarijo, serta jajaran Penyuluh Agama dan Pokjaluh Kabupaten Lampung Timur.


Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Lampung Timur, Indrajaya, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat pembinaan keagamaan serta spiritual bagi warga binaan. “Pada kesempatan yang sangat berharga ini, yaitu penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur dengan Rumah Tahanan Kelas IIB Sukadana. Kami meyakini bahwa pembinaan mental dan spiritual merupakan pilar penting dalam proses pembinaan, agar para warga binaan kelak dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih jauh, Indrajaya menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya sebatas penandatanganan, tetapi akan diwujudkan melalui program nyata yang memberikan dampak langsung. “Kami sangat mengapresiasi Kepala Rutan Sukadana beserta jajaran. Semoga kerja sama ini berlanjut pada pembinaan yang komprehensif dan berkesinambungan bagi warga binaan,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Rutan Sukadana, Farizal Antoni, juga menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Kementerian Agama. Ia menyebut pembinaan agama menjadi wadah penting bagi warga binaan dalam menambah wawasan dan memperbaiki diri.

“Dengan adanya dukungan dalam hal pembinaan agama, hal ini menjadi wadah yang sangat bermanfaat sebagai bekal keagamaan. Semoga nantinya, setelah bebas, ilmu yang telah didapatkan di sini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari” ungkap Farizal Antoni.

Kolaborasi antara Kementerian Agama dan Rutan Sukadana ini juga menjadi bentuk sinergi positif lintas lembaga dalam menciptakan pola pembinaan yang lebih komprehensif. Dengan dukungan para tokoh agama dan penyuluh, diharapkan program ini dapat memberi dampak nyata, baik bagi kehidupan para warga binaan di dalam rutan maupun setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.