Search

Sinergi Baru: Program Doktor Ilmu Syariah IAIN Metro FGD bersama KUA Labuhan Ratu dalam Edukasi dan Pemetaan Masalah Nikah Sirri dan Nikah Dini

Sinergi Baru: Program Doktor Ilmu Syariah IAIN Metro FGD bersama KUA Labuhan Ratu dalam Edukasi dan Pemetaan Masalah Nikah Sirri dan Nikah Dini

Labuhan Ratu, (humas) — Dalam upaya memperkuat edukasi masyarakat serta memetakan persoalan nikah sirri dan pernikahan dini, Kantor Urusan Agama (KUA) Labuhan Ratu menjalin sinergi baru dengan mahasiswa Program Doktor Ilmu Syariah IAIN Metro. Kegiatan kolaboratif ini dilaksanakan di Aula KUA Labuhan Ratu pada Kamis, 22 Mei 2025.

Kepala KUA Labuhan Ratu, Solihin Panji dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran para mahasiswa Program Doktor Ilmu Syariah IAIN Metro. Ia juga mengapresiasi keterlibatan para kepala desa, tokoh agama, serta jajaran penghulu dan penyuluh agama di Kecamatan Labuhan Ratu.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk menanggulangi persoalan pernikahan yang tidak tercatat dan pernikahan usia dini yang masih cukup tinggi di beberapa wilayah,” ujar Solihin.

Mahdum Kholit Al Asror, mahasiswa Program Doktor, memberikan pemaparan mendalam mengenai urgensi pencatatan nikah. Ia menekankan bahwa pernikahan yang tercatat secara resmi tidak hanya sah secara agama dan negara, tetapi juga menjamin perlindungan hukum bagi perempuan dan anak.

Sementara itu, Dwi Joko Rahmadi mengantarakan materi seputar kualifikasi saksi nikah. Ia menyoroti pentingnya pemenuhan syarat-syarat saksi dalam pernikahan sebagai bentuk kehati-hatian agar pernikahan tidak hanya sah secara formalitas, tapi juga substansial secara syar’i.

Kepala Desa Labuhan Ratu, Al Amin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa pemerintah desa sangat terbantu dengan edukasi langsung semacam ini, yang relevan dengan kondisi riil masyarakat.

“Kegiatan ini memberi manfaat nyata, terutama dalam upaya pencegahan nikah sirri dan nikah dini yang masih kami temui di lapangan,” ungkapnya.

Para tokoh agama yang hadir turut memberi sumbangsih pemikiran dalam sesi diskusi terbuka. Mereka menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan dalam menghadapi praktik nikah sirri dan nikah dini di masyarakat, serta mendorong pentingnya peran aktif para penyuluh dan lembaga pendidikan agama dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.

Melalui sinergi ini, KUA Labuhan Ratu dan IAIN Metro berharap dapat terus menjalin kolaborasi yang berkelanjutan untuk membangun masyarakat yang sadar hukum, religius, dan berwawasan syariah dalam membangun keluarga yang berkualitas.***(SZP)