Search

Pokjaluh Lampung Timur Siapkan Kurban dan Sinergi Program Dakwah Lintas Kecamatan"

Pokjaluh Lampung Timur Siapkan Kurban dan Sinergi Program Dakwah Lintas Kecamatan"

Labuhan Ratu, Lampung Timur (humas kemenag)--- Rabu (21/05/2025) Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan serta memperkuat kapasitas penyuluh agama Islam di tingkat akar rumput, Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kabupaten Lampung Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Saung Iwan, Kecamatan Labuhan Ratu.

Kegiatan yang diikuti oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dan Penyuluh (PPPK) se-Kabupaten Lampung Timur ini difokuskan pada penyelarasan program kerja, khususnya menjelang pelaksanaan ibadah qurban 1446 H dan penguatan sinergi lintas kecamatan. Rakor juga dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lampung Timur, Muhlisin, serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kusaeni.

Ketua Pokjaluh Kabupaten Lampung Timur, H. Agus Salim, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguatan peran penyuluh dalam membina masyarakat serta menyiapkan pelaksanaan program Pokjaluh Berkurban yang akan dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Adha. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kolaborasi dan inovasi dalam mengembangkan program dakwah serta pemberdayaan masyarakat yang responsif terhadap dinamika zaman.

“Penyuluh tidak hanya bertugas menyampaikan materi keagamaan, namun juga harus mampu hadir sebagai solusi atas persoalan umat. Rakor ini menjadi titik temu untuk memperkuat koordinasi dan merumuskan strategi pelayanan yang lebih adaptif,” tegasnya.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut menghasilkan sejumlah rumusan strategis, termasuk langkah teknis pelaksanaan penyuluhan tematik dan pemantapan rencana pelaksanaan kurban kolektif Pokjaluh. Selain itu, Rakor juga membahas penguatan koordinasi antarpenyuluh lintas wilayah agar pelayanan keagamaan semakin efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dengan semangat kebersamaan, Rakor Pokjaluh Lampung Timur diharapkan menjadi momentum penguatan jaringan kerja penyuluh serta akselerasi layanan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.***(NL)