Lampung Timur (Humas) Potret kerukunan antarumat beragama kembali terpancar dari Lampung Timur. Dalam prosesi pemberangkatan Jamaah Haji Kloter JKG 7 yang berlangsung pada Kamis, 2 Mei 2025, sejumlah warga non-Islam turut ambil peran dalam menyukseskan acara, menunjukkan bahwa nilai toleransi bukan sekadar slogan, tapi nyata dalam tindakan.
Mereka yang beragama Hindu dan Buddha ikut membantu proses keberangkatan haji dengan penuh semangat dan ketulusan. Di antara mereka, tampak Ida Bagus Suastika, S.Ag., Dwi Hadi Putra agama Hindu Lampung Timur, serta Sarijo, S.Ag., tokoh agama Buddha, hadir langsung di tengah hiruk-pikuk persiapan pemberangkatan.
Kontribusi mereka pun beragam. Ada yang bertugas menerima tas tenteng jamaah untuk dimasukkan ke bagasi bus, ada pula yang sigap mengatur arus naik jamaah ke kendaraan. Bahkan, ada yang ikut membantu urusan konsumsi demi memastikan para calon tamu Allah berangkat dengan tenang dan nyaman.
"Ini bentuk bakti kami kepada sesama warga Lampung Timur. Walau berbeda keyakinan, tapi kami satu dalam semangat melayani," ungkap Ida Bagus Suastika, dengan senyum hangat. Baginya, kebersamaan dalam momen sakral ini adalah bagian dari ibadah kemanusiaan yang tak kalah mulia.
Sementara Sarijo menambahkan, "Kerukunan bukan cuma diajarkan, tapi dipraktikkan. Hari ini kami membuktikannya."
Kepala Kantor Kementerian Agama Lampung Timur pun memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif warga lintas iman tersebut. Ia menyebutnya sebagai cerminan nyata moderasi beragama yang tumbuh subur di Bumei Tuwah Bepadan Lampung Timur.
Toleransi yang diperlihatkan warga non-Islam dalam momen haji ini menjadi contoh berharga bagi Indonesia, bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kolaborasi dalam kebaikan. Tanah Bumi Tuwah Bepadan pun kembali meneguhkan diri sebagai tanah damai, tempat di mana semua anak bangsa bisa hidup berdampingan, saling hormat, dan saling membantu.
