Lampung Timur (Humas) 22 Maret 2025 - Khoirurrojiin, Lc. S.H. Penyuluh Agama islam KUA Kecamatan bumi agung, mengajak jamaah untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah guna meraih keberkahan malam Lailatul Qadar. Hal ini ia sampaikan dalam Tausiahnya di Rutan Kelas IIB Sukadana.
Ustad Rojiin menyampaikan cara cepat untuk meraih malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. Menurutnya, seseorang harus memaksimalkan ibadah setiap malam selama bulan suci ini agar tidak melewatkan kesempatan meraih malam yang lebih baik dari 1000 bulan tersebut.
“Gampang caranya. Malam, maksimalkan untuk ibadah. Anda tidur sejenak, malamnya bangun walaupun 1 jam 2 jam, setiap malam Ramadan jangan tinggalkan,” ungkapnya
Ustad Rojiin menegaskan bahwa esensi malam Lailatul Qadar bukan hanya pada tempat ibadah saja, tetapi lebih kepada bagaimana seseorang menghidupkan malam dengan berbagai amalan.
Amalan Spesifik di Malam Lailatul Qadar
Dalam kesempatan tersebut, Ustad Rojiin juga menjelaskan beberapa amalan yang harus dilakukan untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar. Ia menyebutkan bahwa amalan spesifik yang dianjurkan antara lain memperbanyak salat malam dan membaca doa khusus, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW kepada istrinya, Aisyah RA.
"Dalam hadis, Rasulullah SAW memperbanyak doa pada malam-malam ini. Salah satu doa yang dianjurkan adalah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai keampunan, maka ampunilah aku),” jelasnya.
Pria yang juga merupakan Pengurus DA’I Kamtibmas Polres Lampung Timur menekankan bahwa ada syarat khusus untuk meraih pahala setara 83 tahun serta ampunan dosa, yaitu melaksanakan salat dengan keyakinan penuh karena Allah serta dengan ketulusan hati.
“Malamnya bangkit untuk salat lagi, bahkan perbanyak bacaannya, kemudian tingkatkan kekhusyukan sehingga terasa kenikmatan dalam jiwa. Ini menghidupkan sunnah Nabi,” tambahnya.
I’tikaf sebagai Amalan Utama di Akhir Ramadan
Salah satu amalan utama yang dianjurkan oleh Ustad Rojiin yang juga merupakan Ketua Ikatan Khotib dewan masjid Indonesia Lampung Timur ( IK-DMI) itu dalam Tusiahnya I’tikaf merupakan ibadah yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid, memperbanyak ibadah, dan menjauhkan diri dari kesibukan duniawi.
Rasulullah SAW sendiri sangat menekankan pentingnya i’tikaf, sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:
"Bahwasanya Nabi SAW biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan sampai beliau wafat. Kemudian istri-istrinya pun beri’tikaf setelah beliau." (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa i’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi mereka yang mampu melaksanakannya. Tujuannya adalah untuk mencari Lailatul Qadar dan mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang lebih khusyuk.
Sebagai penutup Ustad Rojiin mengingatkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah kesempatan langka yang datang hanya sekali dalam setahun. Oleh karena itu, umat Muslim sebaiknya tidak menyia-nyiakan 10 malam terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.(Devi)
