Search

Penyuluh Agama Berbagi! 50 Paket Santunan Dibagikan, Kaum Dhuafa Terharu di Festival Ramadan Lampung Timur 1446 H

Penyuluh Agama Berbagi! 50 Paket Santunan Dibagikan, Kaum Dhuafa Terharu di Festival Ramadan Lampung Timur 1446 H

Lampung Timur (Humas) Dalam semangat kepedulian di bulan suci, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama Lampung Timur menggelar Festival Ramadan Pokjaluh Berbagi di Masjid Fisabilillah, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Marga Tiga, Selasa (18/03/2025). Acara ini menghadirkan kebahagiaan bagi 50 kaum dhuafa yang menerima paket santunan, menjadikan Ramadan lebih berarti dengan aksi nyata berbagi.

Suasana haru terasa sejak awal acara. Festival dibuka dengan lantunan Indonesia Raya, dilanjutkan doa oleh Khoirur Rojiin dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Wahidun. Ketua panitia, Agus Salim, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian penyuluh agama dalam menyebarkan keberkahan Ramadan.

"Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga santunan ini bisa meringankan beban mereka dan menjadikan Ramadan lebih menenangkan serta menyenangkan," ujar Agus Salim.

Dukungan Para Tokoh, Sinergi untuk Umat
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kusaeni (Gara Zakat dan Wakaf Kemenag Lampung Timur), pengurus PC APRI, pengurus PD IPARI, Kepala KUA Marga Tiga, Camat Marga Tiga, serta Kepala Desa Tanjung Harapan. Kehadiran mereka menegaskan sinergi lintas sektor dalam memperkuat aksi sosial bagi masyarakat.

Kusaeni pun mengapresiasi peran penyuluh agama yang tidak hanya menjadi pemandu spiritual, tetapi juga turun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Ramadan adalah momen terbaik untuk berbagi. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluh agama hadir tidak hanya dalam bimbingan keagamaan, tetapi juga dalam aksi nyata menebar manfaat," ujarnya.

50 Paket Santunan, Haru dan Kebersamaan
Puncak acara ditandai dengan penyerahan 50 paket santunan kepada kaum dhuafa. Suasana penuh haru menyelimuti masjid ketika penerima manfaat menyampaikan rasa syukur mereka. Tak sedikit yang terharu menerima bantuan ini, karena bagi mereka, kepedulian seperti ini adalah berkah yang tak ternilai.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga momen memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Penyuluh agama hadir bukan sekadar memberi ceramah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam aksi nyata membantu sesama.

???? Ramadan makin berkah ketika kepedulian jadi nyata!