Lampung Timur, 21 Maret 2025 – Kepala KUA Labuhan Ratu, H. Solihin Panji, M.Sy., memberikan tausiyah dalam Festival Ramadhan 1446 H yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Timur. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya ibadah sosial, kepedulian terhadap sesama, serta penguatan ekonomi umat melalui optimalisasi zakat dan wakaf.
Pentingnya
Ibadah Sosial dan Kepedulian Sesama
H. Solihin
mengingatkan bahwa Islam tidak hanya menitikberatkan pada ibadah ritual
individual, tetapi juga ibadah sosial yang berorientasi pada kesejahteraan
masyarakat. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW:
"Tidaklah
beriman kepadaku seseorang yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara
tetangganya kelaparan dan ia mengetahuinya." (HR. Al-Bukhari dalam Adabul
Mufrad, no. 112,
Hadis ini
menegaskan bahwa seorang Muslim tidak cukup hanya menjalankan ibadah pribadi
seperti salat dan puasa, tetapi juga harus memiliki empati sosial. Islam
mengecam seorang yang rajin beribadah secara personal tetapi abai terhadap
kondisi sekitarnya, terutama jika ada tetangga yang kesulitan mendapatkan
makanan.
H. Solihin
menambahkan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar anjuran, tetapi bagian dari kesempurnaan
iman. Ia mencontohkan bagaimana zakat, infaq, dan sedekah dapat menjadi solusi
konkret dalam mengatasi kesenjangan sosial.
Optimalisasi
Zakat dan Penguatan Ekonomi Umat
Dalam
tausiyahnya, H. Solihin juga menyoroti betapa kuatnya Islam jika umatnya mampu memaksimalkan
potensi zakat. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat
103:
"Ambillah
zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan
menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menjadi)
ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui." (QS. At-Taubah: 103).
Ayat ini
menunjukkan bahwa zakat bukan hanya sebagai ibadah individual, tetapi juga
sebagai instrumen pemurnian jiwa dan pemberdayaan ekonomi umat. Jika zakat
dikelola dengan baik, ia bisa menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa, mampu
memberdayakan masyarakat miskin, mendukung pendidikan, serta meningkatkan
kesejahteraan umat secara luas.
H. Solihin
menekankan bahwa keberadaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Wakaf,
dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa
zakat dan wakaf benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan umat. Ia pun
mengajak seluruh hadirin untuk mendukung gerakan zakat dan wakaf agar
manfaatnya semakin luas.
Islam dan
Keseimbangan Antara Spiritual dan Sosial
Sebagai
penutup, ia mengingatkan bahwa Islam adalah agama yang menyeimbangkan ibadah
ritual dan ibadah sosial. Orang yang rajin salat dan puasa tetapi tidak peduli
dengan kondisi orang miskin di sekitarnya, berarti belum memahami esensi Islam
secara menyeluruh.
"Semoga
melalui Festival Ramadhan ini, kita semakin memahami bahwa ibadah bukan hanya
tentang hubungan kita dengan Allah (hablum minallah), tetapi juga hubungan kita
dengan sesama manusia (hablum minannas). Ramadan adalah momentum terbaik untuk
memperkuat kepedulian sosial dan mengoptimalkan zakat serta wakaf untuk
kebangkitan ekonomi umat," pungkasnya.
Dengan pesan
yang mendalam ini, tausiyah H. Solihin Panji memberikan inspirasi bagi seluruh
peserta Festival Ramadhan 1446 H untuk terus mengamalkan nilai-nilai Islam
dalam kehidupan sosial dan ekonomi mereka.
