Sukadana, Lampung Timur (humas kemenag)--- Memasuki hari ketiga sekaligus penutupan Pesantren Ramadhan di Rumah Tahanan (Rutan) Sukadana Kelas II.B, antusiasme warga binaan semakin terlihat. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) ini tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi ajang refleksi spiritual bagi para peserta.
Sejak awal acara, para warga binaan mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat. Pembinaan hari terakhir diisi dengan materi keislaman yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai ibadah yang telah dijalankan selama Ramadhan. Kultum yang disampaikan memberikan motivasi agar para peserta tetap istiqamah dalam berbuat baik dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri.
Namun, yang paling ditunggu-tunggu dalam acara ini adalah pembagian doorprize di akhir sesi yang dipandu oleh Devi Tias Prastiwi dan Idawati. Saat warga binaaan dapat menjawab pertanyaan yang diumumkan, suasana menjadi semakin meriah. Para warga binaan terlihat begitu antusias, berharap menjadi salah satu yang beruntung mendapatkan hadiah. Riuh tepuk tangan dan sorak kegembiraan terdengar setiap kali hadiah diberikan. Momen ini tidak hanya menambah semangat peserta, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan dan kebahagiaan di antara mereka.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kegiatan ini, salah satu warga binaan menyampaikan kesan dan pesan yang menyentuh hati. "Kami sangat berterima kasih kepada Pokjaluh yang telah menghadirkan kegiatan ini. Bukan hanya ilmu yang kami dapatkan, tetapi juga semangat untuk berubah menjadi lebih baik. Semoga kegiatan seperti ini terus ada, karena sangat berarti bagi kami di dalam sini," ujarnya dengan penuh haru.
Dengan berakhirnya kegiatan Pesantren Ramadhan, Pokjaluh berharap bahwa semangat kebersamaan dan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama program ini dapat terus terjaga. Antusiasme yang terlihat dalam acara doorprize menjadi gambaran betapa kegiatan seperti ini memberikan kesan mendalam bagi warga binaan, tidak hanya secara spiritual tetapi juga secara emosional.***(NL)
