Sejarah berdirinya Kementerian Agama tidak lepas dari proklamasi kemerdekaan negara Republik Indonesia. Hal ini berangkat dari bunyi sila pertama ketuhanan yang maha esa. Untuk mengakomodir hal itu maka dibentuklah Kementerian Agama.
" Umat rukun menuju Indonesia emas ", itulah tagline Hari Amal Bhakti Kementerian Agama tahun ini.
Dalam perspektif pendidikan, makna Indonesia emas ditandai dengan bagaimana anak-anak kita mampu mengenyam pendidikan dengan baik. Pendidikan Tidak hanya di bangku sekolah, tetapi juga di pondok-pondok pesantren yang menjadi bagian dari stakeholder pendidikan Kementerian Agama.
Kemajuan teknologi menghadapkan generasi sekarang dengan dunia yang tanpa batas geografis.
Sekat-sekat informasi sudah tidak ada lagi, bahkan bisa masuk ke ruang-ruang dari kamar anak kita.
Gadget sudah menjadi barang berharga yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan mereka. Dunia benar-benar dalam genggaman. Jika ini tidak dibekali dengan agama yang kuat, maka degradasi moral pasti akan terjadi. Tanda-tanda itu sudah bisa dilihat sekarang. Banyak anak yang tidak lagi hormat kepada gurunya, kepada orang tuanya, bahkan berani membunuh orang yang seharusnya dihormati, hanya karena keinginannya tidak terpenuhi.
Untuk itu, semua kita harus kembali kepada konsep dasar pendidikan Islam yang diperkenalkan oleh Lukmanul Hakim, bapak Pendidikan Agama Islam.
Lukman Hakim bukan nabi atau Rasul, tetapi namanya di abadikan menjadi nama salah satu surat dalam Alquran, yakni surat Lukman.
Lukman Hakim mengajari anaknya dengan empat hal yaitu : Aqidah, Ibadah, Akhlak dan Dakwah. Itu semua tertuang dan terabadikan di dalam Quran Surat Lukman.
Lukman mengajari anaknya yang pertama adalah aqidah yang lurus, ibadah yang benar, hasilnya akhlakul karimah dan endingnya semua harus di da'wahkan kepada umat manusia.
Jika umat Islam mengikuti apa yang diajarkan oleh Lukmanul Hakim,Insya Allah Indonesia emas akan terwujud. Semoga.
