LAMPUNG TIMUR, [Humas] – Senin pagi, 2 Desember 2024, suasana di Kantor Urusan Agama (KUA) Sekampung Udik terasa berbeda. Dalam suasana penuh khidmat, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an menggema dari ruang kerja para penghulu dan penyuluh agama. Program baru bertajuk "Wajib Baca Al-Qur’an Sebelum Layanan" resmi diluncurkan, mengawali aktivitas harian dengan semangat religiusitas yang kental.
Kegiatan dimulai setiap pukul
07.30 WIB, melibatkan seluruh pegawai tanpa terkecuali. Dalam program ini, para
penyuluh agama menjadi penggerak semangat membaca Al-Qur’an, sementara para
penghulu memberikan teladan nyata bagi masyarakat tentang pentingnya
mendahulukan spiritualitas sebelum aktivitas layanan.
H. Dwi Warso, S.Sy., salah
seorang penghulu PPPK, menyampaikan kesan mendalamnya terhadap program ini.
“Membaca Al-Qur’an sebelum memulai pekerjaan memberikan ketenangan dan kedamaian
tersendiri. Kami sangat mendukung rutinitas ini karena membawa berkah bagi kami
semua,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kartini,
seorang penyuluh agama, juga berbagi pengalamannya. “Saya merasa suasana KUA
menjadi lebih nyaman dan damai. Ini adalah langkah luar biasa dalam menciptakan
lingkungan kerja yang penuh keberkahan,” katanya.
Kepala KUA Sekampung Udik, H.
Feri Prastiana, berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh yang menginspirasi
institusi lainnya. “Rutinitas ini bukan hanya menjadi budaya di kantor kami,
tetapi juga harapan agar teman-teman di KUA lain tergerak untuk menerapkannya.
Program ini adalah wujud nyata pelayanan berbasis spiritualitas,” pungkasnya.
Dengan lantunan ayat suci yang menggema setiap pagi, KUA Sekampung Udik tidak hanya mempersembahkan layanan publik, tetapi juga mengukir tradisi penuh makna spiritual, menjadikannya simbol pelayanan yang berkah dan menenangkan. (Jr)
Editor: (SzP)
